saat pohon jambu di belakang rumah dinas pak polisi hutan berbuah, waktunya pesta! tiga atau empat orang memanjat batangnya yang licin itu. buah jambu susu dengan daging merah jambu telah menggiurkan lidah kami. seperti menemukan hidangan lezat siap santap di atas dahan.
pohon jambu itu, entah berapa banyak buahnya tiap kali musim berbuah, sepertinya tak kan pernah habis kami makan berbagi dengan kelelawar yang berburu kala malam. pohon yang kadang kubayangkan menjadi rumah keduaku, tempat tujuan sepulang sekolah telah memberiku makanan berlimpah, hehe... kejadiannya cepat sekali, ketika aku mencoba meraih si jambu pemikat hati di ujung dahan yang menggelayut kelebihan beban tiba-tiba suara itu terdengar. cepatnya melebihi kemampuanku tuk menghindar maupun mengantisipasi, tersadar tubuhku sudah terjerembab di tanah, wajahku meringis menahan sakit. kakiku terkilir rupanya. aku tak sanggup pulang berjalan kaki.
setibanya di rumah, dipijitlah kakiku tuk membenarkan urat kaki yang keseleo. ramuan rempah- rempah yang dioplos dengan arak putih itu mulai menghangatkan kakiku, sambil meringis dan sesekali menggigit bantal aku menahan sakitnya. pertama kali merasakan pijat karena keseleo. tidak terhenti sampai di situ, hari-hari selanjutnya harus berjalan dengan buntalan kain melingkari kaki. kenakalan masa kecil yang patut direnungi.
hahahaha kecilnya ndut yah? sampai2 rantingnya pun kelebihan beban...
BalasHapussama aj deh kaya' skrg :p
BalasHapus