
Musim semi kini telah tiba
Bunga-bunga bermekaran.. harum mewangi
Di spanjang jalan warna berganti
Segar asri berseri.. di hati
Kuntum yang layu
Kuncup yang beku
Dahan, daunan membiru
Menahan dingin salju
Pupus sudah berlalu
Masa sulit kelabu
Tertiup angin songsong hidup baru
Dunia ibarat sebuah terminal
Hanya tempat persinggahan.. bagi makhluk-Nya
Bersabarlah hadapi ujian
Tak 'kan lama 'kan tinggal..
Cobaan hidup bagi manusia
Isyarat cìnta-Nya
Bagi kita semua
Ketahuilah kawan
Tentang sebuah jalan
Menuju fajar terbit nan terang..
Mahkota kemenangan
Yang dijanjikan
Buah keimanan
Hadiah dari Tuhan..
Tiada Tuhan selain Allah
Gelegar kemenangan
Terdengar di penjuru alam
Semilir angin berhembus
Gempalkan wajah pucat tìrus
Menahan kesabaran
'Tuk meraih kemenangan
Gemeratak tulang-belulang
hancurkan kedholiman
Allah.. tujuan hidup kami
Muhammad.. tauladan hidup kami
Al-Qur'an.. penuntun kami
Jihad.. jalan kami
Syahid di jalan Ilahi
Cita.. kami tertinggi
Menuju....keabadian....rahmah rabbi Izzati
diambil dari tulisan seorang teman di sini:
http://www.friendster.com/bulletin.php?bid=94607064&uid=23639290
diambil dari tulisan seorang teman di sini:
http://www.friendster.com/bulletin.php?bid=94607064&uid=23639290
wah rei tadi aku kira sebuah puisi cinta ternyata ada muatan religiusnya juga ya..
BalasHapusnice poem...
BalasHapus