sampingnya dagangan yang masih belum terjual
"sandal kayu" masih bergelantungan di jemuran bambu
ya, sandal yang banyak kita dapati di masjid itu
/
lelaki dan peluhnya menghiasi malam daerah sagan
riuh ramai pengendara berlalu lalang, dan aku juga
di balik kaca, aku meringis sakit
di jalan itu aku ditegur kembali
/
nenek penjual sapu lidi siang itu di jalan itu
lelaki dan sandal kayu malam ini di jalan itu
merobek dan mengunyah gundahku akan materi
yang telah mengguncang otakku berhari lalu
/
khawatir akan masa depan di kota baru
khawatir pada kesejahteraan keluarga baru
khawatir untuk hal-hal remeh dunia
khawatir...
menjalankan amanah dan komitmen
//
di ujung malam kini
hanya renungan menemani
terimakasih, alhamdulillah
hari ini, terimalah amal ibadah hamba.
amin.
/
mardaris, pada malam memejam mata
smangat smangat ^^
BalasHapus