Kamis, Juli 21, 2011

lelaki penjual sandal kayu

lelaki setengah baya itu berdiri di ujung pertigaan
sampingnya dagangan yang masih belum terjual
"sandal kayu" masih bergelantungan di jemuran bambu
ya, sandal yang banyak kita dapati di masjid itu
/
lelaki dan peluhnya menghiasi malam daerah sagan
riuh ramai pengendara berlalu lalang, dan aku juga
di balik kaca, aku meringis sakit
di jalan itu aku ditegur kembali
/
nenek penjual sapu lidi siang itu di jalan itu
lelaki dan sandal kayu malam ini di jalan itu
merobek dan mengunyah gundahku akan materi
yang telah mengguncang otakku berhari lalu
/
khawatir akan masa depan di kota baru
khawatir pada kesejahteraan keluarga baru
khawatir untuk hal-hal remeh dunia
khawatir...
menjalankan amanah dan komitmen
//
di ujung malam kini
hanya renungan menemani
terimakasih, alhamdulillah
hari ini, terimalah amal ibadah hamba.
amin.
/
mardaris, pada malam memejam mata

1 komentar: