satu hikmah
August 12th, 2010 by ridhosintoke berapa Dho?
malas menghitung dengan jari jawabku
dia pergi kemana katanya Dho?
mungkin menjemput pujaan hatinya jawabku sekenanya
apa yang dia bilang Dho?
banyak hal yang aku sendiri masih belum mencerna
lalu, mengapa kamu masih tersenyum?
hati, dengarkan aku. bukankah setiap orang bebas menentukan pendapatnya? dan tidak berhak bagiku untuk mengatur ataupun mengekang kebebasan seseorang. maukah kamu bersanding dengan seseorang yang akan meneteskan airmata untuk kita tiap waktu? ingatkah saat kuceritakan tentang pecinta burung, menurutmu mengurungnya dalam sangkar adalah sebagai wujud kecintaannya? ataukah karena kerakusannya? bukankah lebih baik membiarkan burung hidup bebas di alamnya. andaipun ia mati, matinya bukan sebagai tahanan maupun peliharaan.
hati, hidup itu amanah. ketika orang mendatangimu dan memberimu amanah. sungguh Allah menyaksikan semua itu. kemudian ketika orang itu datang dan mengambil amanahnya kembali, ingatlah bahwasanya segala sesuatu adalah milik Allah semata. lalu untuk apa sedih kita? untuk apa duka kita? untuk apa airmata kita? bolehlah menangis barang sedikit jika itu melegakan, timpal hatiku.
“saya gak sedang dan gak akan pernah mencari siapa yang salah, atau siapa yang benar. Atau juga siapa yang menang dan siapa yang kalah. Saya mencari apa yang terbaik dan saya pikir ini yang terbaik buat kita berdua.”
Dho, bukankah dia yang terbaik untukmu?
hanya Allah yang Maha Tahu.
saatnya bersyukur dengan keadaan ini
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
ga da lagi yang musti dilakukan selain bersyukur
ambil hikmahnya dan yakin akan Kuasa Allah
Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji’un
“Sesungguhnya kita adalah milik Allah…..dan kita semuanya akan kembali kepada-Nya.”
terimakasih wahai putri sulung bapak Ustadz.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar