hadir dari langit (2)
Sunday, October 26th, 2008pernah engkau menciumnya?
mencium bau hadirnya
mencium jejaknya di bumi
baunya harum
bagai bunga sekuntum
bagai buah yang ranum
aku jadi terpikir akan keindahan. hujan itu indah, bukankah begitu? keindahan itu ada di rasa di hati dan di jiwa. tidaklah indah jika rasamu hatimu dan jiwamu mengelak. menikmati keindahan itu adalah hak, namun mengapa tiada banyak manusia tersadar? atau aku hanyalah orang gila yang sering tersenyum menikmati keindahan-Nya lewat perjalanan waktu?
aku bisa tersenyum saat melihat hujan, saat wajah terhempas angin, saat badan terjemur terik, kutersenyum dengan tetesan airmata, mengingat-Mu, betapa beruntungnya aku.
mardaris tadi menangis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar