curhatku
July 29th, 2010 by ridhosintomama,
kemarin aku mengenal gadis
dia istimewa di mata dan hatiku
tapi mama,
kemarin aku membuatnya menangis
sedihku tlah membuatnya bersedih juga
kini kupikir dia sembunyi menenangkan diri
mama,
aku tahu ini semua salahku
tak bisakah kugantikan sedihnya Ma?
seperti saat Muhammad meminta menanggung separuh sakit mati umatnya
mama,
kemarin aku bilang padanya aku tak pantas untuk dia
saat dia menginginkanku, aku membentaknya
aku membuatnya menangis malam itu
seperti saat air mata mama menetes saat kutanya “apa artiku” dulu
air mata yang sama saat engkau menangis lagi saat kukeluhkan hidangan di meja makan
engkau, yang selalu kusebut dalam doaku telah menangis karenaku
kini ada engkau lain lagi yang meneteskan airmata karenaku
mama,
kadang aku berharap seandainya saja seisi dunia ini pria
mungkin lebih mudah menghadapi perkelahian fisik
semua diselesaikan secara emosi
mama,
aku tau begitu banyak air matamu untukku
bahkan sejak aku belum terlahir
sebulir pun aku tak bisa membayarnya
bahkan hingga akhir hayatku nanti
mama,
setiap kali mengenal wanita, aku melihat sosokmu
aku melihat sedih yang kutinggalkan untukmu
dan aku tak mau lagi melihat itu pada sosokmu
maka aku memilih pergi dari dia
salahkah aku Ma?
mama,
sungguh dia wanita hebat kebanggan kedua orang tuanya
teladan bagi adik-adiknya, pantaskah aku?
tapi mama,
aku ceritakan kini, dia sudah pergi Ma
haruskah kucari dia? aku tak sanggup melukai lagi
mama,
saat ku kembali ke rumah nanti, maafkan aku ya
aku merasa malu menjadi anakmu
pendidikanmu spertinya tak pernah kuamalkan
“jangan sakiti wanita” seperti kau bilang dulu
aku ingat kata-kata itu saat malam kau menangis
sungguh masa-masa yang berat saat itu bagi kita
mama, aku ga ingin membagi cintaku pada wanita lain
aku ingin mencintaimu setulus perhatianmu
masih ingat lagu itu? Kasih Ibu
mama,
betapa sulit bagi pria tuk memahami wanita
mama,
apa yang harus kulakukan kini?
“berhentilah menangis”
terimakasih mama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar