sepoci teh dalam basah hujan
October 1st, 2010 by ridhosintoada kenyataan pahit di kursi itu
kala perbincangan mulai terucap
menghujam bagai hujan di jalan
menghadang jalan saat aku mengantarmu
.
bibir basahmu pun mulai berucap
tak kan ada kita tanpa restu ibu
badan basahku sekadar menyimak
arti dari setiap kata-kata
..
teh dalam poci itu keadaanku
pahit, sepat, hitam dan membara
saat tertuang dalam gelas
engkau bagai gula batu yang mengolah rasa
…
mardaris,
penasaran pada masa depan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar