semalam
July 17th, 2010 by ridhosintosemalam diskusi panjang
pada cita dan cintamu
yang kau tuang padaku
aku benci bicara cinta
pada prasangka jiwa/
kemudian sebuah harapan dan rencana
semua kejujuran hati mengalir
dalam bait-bait kata yang kutinggal lelap
pertanyaan berbalas jawab jujur
pengakuan atas semua kekurangan diri/
Ta! kusebut nama itu
benar itu inginmu?
sembari menoleh pada diri
merasa tak pantas bersanding Peri/
wahai ragu yang menyelimuti hati
mengapa kau dekap aku dingin
perlukah kau menahanku di sini?
menggigil sepi tiap pagi/
mardaris, izinkan aku mengenalmu
izinkan aku bicara pada kejujuran hatimu
bawalah aku ke dalam damai jiwa
tunjukkan aku jalan ke surga
dimana kita menatap wajah Dia///
-berhenti, tidak lari lagi-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar