Minggu, Mei 15, 2011

let her free

let her free

Tuesday, October 14th, 2008

chapter 1:

sebegitu tenangnya aku kali ini menghadapi “keputusan”-nya. ya benar, benar-benar putus. permintaan sakralnya yang tentunya menjadi suatu kewajaran dalam setiap hubungan.

logikaku, seperti orang tua yang agak was-was melepas anaknya yang beranjak dewasa untuk memanggul tanggung jawab. membiarkan dia terjatuh saat belajar berjalan hingga selepas SMA menempuh kuliah di kota lain, tanpa kerabat dan tanpa saudara. dan merelakan kepergiannya untuk membangun kerajaan rumah tangga yang baru bersama pendamping hidupnya.

seperti burung yang hidup bebas di luar sana, tak pernah terpikir olehku untuk memilikinya bahkan memeliharanya di dalam sangkar perak dengan dalih penyelamatan satwa. biarlah ia mati pikirku, sebagai makhluk merdeka bukan sebagai budak berkicau.

seperti seorang guru, kecintaanya pada murid bukan terus lantas menahannya di kelas yang sama. dibutuhkan satu sikap satria untuk mengakui kelulusan atas ujian kenaikan kelas, ujian kelulusan sekolah. cinta seorang guru adalah memberinya bekal dan mengantarkannya menempuh ujian lebih tinggi lagi.

dia butuh belajar. dia butuh dunia yang lebih luas dari duniaku untuk belajar. hanya dengan cara itu dia mengasah kedewasaanya. dunia luar tempatnya mengasah kesabarannya, menajamkan pemahamannya tentang dunia, dunia menjadikannya tempat untuk berguru pada pengalaman.

tiada alasan bagiku untuk khawatir. aku ikhlas. tidak selamanya aku ada di sampingnya. tidak selamanya aku bisa menjaganya. dia butuh mengenal dunianya untuk bertahan dikala sendiri.

aku hanya seseorang yang mengenalnya, peduli padanya, tapi aku bukan sutradara atas hidupnya. dia perlu melukis sendiri dunianya, menentukan sendiri jalannya, dan mengerti tujuan hidupnya hakiki. mungkin aku hanya kelas, tempatnya singgah sementara untuk belajar dan lulus ujian. aku merasakan kebebasannya sebagai kebebasan dan itu bahagiaku.

cintaku masih tak harus memiliki. aku masih percaya Allah punya rencana terbaik untukku, untuknya dan untuk dunia beserta isinya. amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar