Rabu, Mei 11, 2011

kunci

kunci

August 14th, 2010 by ridhosinto

ia tergolek tak berdaya di atas meja

menyaksikan perbincangan dua manusia

hingga akhirnya, seiring berjalannya masa

AKU BENCI MEMIKIRKAN SESUATU DAN PIKIRAN ITU TERUS DI KEPALAKU TANPA PERNAH DISELESAIKAN

AKU BINGUNG HARUS GIMANA LAGI NGADEPIN ORANG SEKERAS DAN SEBEBAL ITU

NGAPAIN AKU CARE ORANG YANG SAMA DIRINYA SENDIRI AJA GAK CARE

I HATE HIM

Perhaps, I should never wanting you.

kemudian kunci itu pun memainkan perannya.

mengunci rapat hatinya dengan segel sebaris air mata.

mardaris, mencoba bertanya.

ps: jadilah pemimpin yang adil, jika tidak bisa adil ga usahlah jadi pemimpin. Tuhanmu mempunyai hak atasmu, Ibumu mempunyai hak atasmu, Ayahmu mempunyai hak atasmu, saudari-saudarimu mempunyai hak atasmu, dirimu mempunyai hak atasmu, istri dan anak-anakmu mempunyai hak atasmu. berlakulah adil atau biarkan dia pergi, karena keadilan baginya ada di selainmu.

ps: …maka bertakwalah kepada Allah berkenaan dengan putri-putri kaum muslim dan berobatlah. Sebab, tidaklah Allah menjadikan penyakit melainkan Dia membuat obatnya. Mudah-mudahan Allah merubah keadaanmu setelah itu. Amin. (hal. 198)

ps: terimakasih sudah membaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar