Minggu, Mei 15, 2011

dimana bahagia

dimana bahagia

Tuesday, August 21st, 2007

kemarin aku berdiskusi pada seseorang yang membeli tanaman pada saudaraku seharga jutaan rupiah.
"apa tidak rugi, uang jutaan rupiah hanya untuk sebuah tanaman?" tanyaku
"dah hobi mas, yang penting saya senang", jawabnya
"anda senang karena sebuah tanaman?" tanyaku lagi
"iya mas, duit gampang dicari, kebahagiaan sulit!", jawabnya kemudian
akupun bertanya pada diriku "inikah korupsi? atau lebih bahaya dari korupsi?" aku bergetar takut, haruskah aku kelak membayar mahal untuk kebahagiaanku yang semacam itu? ataukah sebaiknya kubagi sebagian kebahagiaan (baca:duit) itu pada mereka yang kurang beruntung?
"Tuhan, berikan aku jawab-Mu", do’aku

kemudian terbaca olehku sebuah artikel tentang perang Amerika di Irak. Mereka telah menghabiskan 1trilyun US$ untuk perang. Itu setara dengan 20Milyar US$ per minggu. dan itu jumlah yang cukup besar untuk merubah nasib suatu bangsa, seperti yang kutahu mereka (alhamdulillah) masih menganggarkan 5Milyar US$ per tahun untuk bentuan kemanusiaan di Afrika.

Seandainya, dua tulisan di atas cukup bisa membuka mataku. Akupun ingin kalian begitu. Dimana kebahagiaan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar