lalu kudapati bahwa
terlalu banyak keluhan di dada
kemudian kucecerkan di perjalanan pulang
agar aku selalu dapat mengingat
ada hikmah di setiap tetesan keringat
yang mengalir sepanjang jalan.
mardaris, mengenang perjalanan pulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar