amanah
August 4th, 2010 by ridhosintomereka bilang itu hal paling berat
aku pun setuju
satu, saat kau menjadi anak ibu ayahmu
dua, saat kau mengikrarkan sebagai seorang yang lurus
tiga, empat, lima, enam dan hitungan selanjutnya
hingga akhirnya sebentar lagi
saat toga mulai membuat gerah badan
ada nama baru dalam namaku setelahnya
heranku, semua kawanku akan bergembira
tertawa menertawakan bangku kuliah
tertawa mengira kerja adalah hal yang indah
dan aku, kamu tahu apa?
tertawa menertawakan tawa mereka
dan aku, bersedih
bertambah satu amanahku
satu dari sekian juta orang itu adalah aku
satu dari dahulu yang kursinya aku ambil dalam SPMB
aku satu di antara yang duduk di bangku kuliah itu
satu orang yang membuat tangis ribuan orang
untuk sebuah nama terpajang di koran
semoga ribuan itu merelakannya
terkutuklah aku, pikirku
jika aku, satu orang itu
membalas tangis mereka dengan kesewanangan
ini amanah Dho
Dia memberikan kamu kesempatan duduk di kursi itu
untuk ribuan, jutaan orang yang tidak sempat duduk
apakah akan kau nikmati sendiri hasilnya?
tataplah tajam ribuan orang itu
pejuang pejuang tangguh di antaranya
mencari makan di pasar, berangkat gelap pulang petang
mereka tidak malas Dho
itu saudara-saudaramu Dho
tanganmu yang kan memeluk mereka
mengangkat dan mendudukkan mereka
lihatlah mereka, mereka tidak menyerah
sudah terasa berat amanahmu Dho?
atau kamu masih ingin tertawa dalam togamu?
membanggakan gelarmu yang bagiku sampah itu
amanah
tiada butuh terjemah Dho!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar