“Di padang pasir, seseorang sadar bahwa dirinya adalah penguasa suatu tempat, dan dengan kesadaran itu, ia terhindar dari keterikatan dengan waktu. Dengan membongkar tendanya, ia menanggalkan kehidupan yang kemarin, dan menatap hari esok dengan pasti. Sedangkan seorang penduduk kota adalah seorang tahanan; menetap di suatu tempat yang sama–kemarin, sekarang, dan yang akan datang–hanya menjadi bulan-bulanan waktu, menampung segala keburukan. Kemalasan dan hura-hura tersembunyi di balik dinding-dindingnya, siap untuk setiap saat merenggut dan menghilangkan ketajaman penglihatan dan kewaspadaan manusia”
MUHAMMAD, Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik, hal.47-Abu Bakr Siraj al-Din.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar