Jumat, April 29, 2011

pahalawan

apa yang kau pikirkan dulu sebelum mati?

apa yang kau tinggalkan dalam masamu?

tinggalkan nyawa yang melekat raga

untuk sebuah cita masa depan

.

dan kini kau tau masa depan yang kau impikan

terkoyak oleh tangan anak cucumu sendiri

namun sepertinya tiada sesal di jiwamu

yang telah bersandar di alam baka

.

seseorang mungkin perlu berkorban

untuk kebanggaan akan datang

kebahagiaan manusia yang dicinta

seseorang mungkin perlu berkorban

.

kuulangi lagi kata-kata itu

mungkin nanti aku butuhkan tuk pembelaan

mungkin lebih tepatnya penghiburan (diri)

saat aku terjerembab dalam vonis

dan kan kutanyakan alasanmu dulu

“mengapa engkau rela berkorban, pahalawan?”

sebelum aku pergi dari medan pertempuran

sepertinya pahalawan lebih baik daripada kalah.

..

mardaris bukan pahalawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar