apa yang kau pikirkan dulu sebelum mati?
apa yang kau tinggalkan dalam masamu?
tinggalkan nyawa yang melekat raga
untuk sebuah cita masa depan
.
dan kini kau tau masa depan yang kau impikan
terkoyak oleh tangan anak cucumu sendiri
namun sepertinya tiada sesal di jiwamu
yang telah bersandar di alam baka
.
seseorang mungkin perlu berkorban
untuk kebanggaan akan datang
kebahagiaan manusia yang dicinta
seseorang mungkin perlu berkorban
.
kuulangi lagi kata-kata itu
mungkin nanti aku butuhkan tuk pembelaan
mungkin lebih tepatnya penghiburan (diri)
saat aku terjerembab dalam vonis
dan kan kutanyakan alasanmu dulu
“mengapa engkau rela berkorban, pahalawan?”
sebelum aku pergi dari medan pertempuran
sepertinya pahalawan lebih baik daripada kalah.
..
mardaris bukan pahalawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar