tak henti jari tanganmu menekan semangat untukku di tombol hape
dari jarak ratusan kilo di lain pulau, kau hantar senyum itu
dari pagi hingga pagi lagi mendatangi
entah apa yang kucari bahkan tiada kumengerti
hingga saat kau menawarkan rasa dengan segala rupa
aku bagai daging sementara dulu
lalu kau hembuskan artiku kembali
bahkan ketika aku tiada mengerti lagi arti, yang kupikir terlupa
terhenyak pada kejadian-kejadian tak terbayang
oh, aku kembali pulang pada keadaan awal
dimana semua baik-baik saja
kesana aku menuju, bersamamu menggenggam asa
terimakasih, cinTa!
mardaris *mengulik syair SO7
Tidak ada komentar:
Posting Komentar