ya, hampir ga pernah lama berdiam di rumah itu. sejak berapa waktu yang aku tlah lupa awalnya. spertinya ktika aku mencoba membunuh manjaku padanya, rumah itu. mungkin juga ketika aku merasa kasih sayang itu bukan untukku lagi, bukan dengan porsi yang besar lagi, porsi seorang orang yang harus dikasihani. sungguh, aku tlalu tabah untuk menerima itu.
ya, rumah itu sudah mulai sepi dengan tangisku. kecengengan masa kecil berubah menjadi cengeng pada malam hari, saat keluh kesah kusampaikan. lewat teriakan keras yang tak bersuara, lewat tetesan airmata yang melumerkan tisu, lewat sujud panjang hingga tertidur pulas.
ya, rumah itu. dulu banyak cerita pahit. cerita tentang sebuah cinta yang tulus. cerita tentang seorang anak yang berkali sakit. cerita tentang kasih sayang orang tua. cerita percintaan remaja. cerita hari-hari tua nanti.
ya, rumah yang kemarin tak sempat aku mampir untuk berpamit. meninggalkan rumah itu bukan hanya sesaat lagi. mungkin akan menjadi sebuah kunjungan kelak, ketika kata mampir sudah tidak sanggup memaknai lagi.
ya, rumah itu. adalah rumah penuh semangat. ketika aku rendah, aku menjadi terangkat. ketika aku lemah aku menjadi kuat. rumah itu bahkan tanpa mantra. tapi itu rumahku, tempatku berasal.
Senin, November 22, 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar