sudah saatnya kesepian datang
ditinggalkan dan pergi
tubuhku dijumpai sepi
masaku tuk sendiri
seperti sedia kala dulu hadir
kuucap selamat datang kepergian
bukan saatnya gelap membuatku takut
bukan waktunya sendiri membawaku mati
kini, saatku bisa tertawa
dan memuja-Mu
dengan tangis dan air mata
dengan keluh dan kesah
dengan pertobatan yang berulang terucap
dengan protes lantang yang menantang jiwa
heran, kala sendiri kumerasa damai
memeluk alam, menikmati dunia dan menciumi bumi
sebuah surga yang dilupa
yang terbiasa datang bersama malam
aku masuki ke dalamnya lewat kesendirian
selamat pergi
silakan mampir kembali
jika masih mengingatku
dan ragaku mengenalimu
karena akumasih disini
menunggu mati.
di akhir bulan hujan, mardaris.
Kamis, Oktober 30, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
yang ini kereeennn.......
BalasHapus